This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Sabtu, 25 April 2015
Menjadi Salesman, Think Again?
Sinopsis buku “19 RAHASIA Sukses”
Buku ”19 RAHASIA Sukses” mencoba mengajak pembaca untuk mengenal lebih dekat dengan dunia sales, yakni diwakili oleh 19 bagian berisi perjalanan karir seorang pemuda bernama Joko yang memutuskan untuk menggeluti profesi salesman hingga mencapai puncak karir.
Bagian 1, Menjadi Salesman, Think Again?
Bagian 2, Here Iam Being a Salesman
Bagian 3, Aku Sangat Menikmati Pekerjaan Menjadi Salesman
Bagian 4, Biasa Menghadapi Penolakan
Bagian 5, Coba Lebih Dekat
Bagian 6, Keberatan Pelanggan? Ah, Itu Mah Biasa
Bagian 7, Pede Aja Lagi
Bagian 8, Presentasi Menentukan Prestasi
Bagian 9, Pentingnya Pameran Bagi Sales
Bagian 10, Dipercaya Menjadi Supervisor
Bagian 11, Mendengar dengan Hati
Bagian 12, Meningkatkan Kinerja Tim dengan Coaching
Bagian 13, Karir Cemerlang, Anyone?
Bagian 14, Berubah atau Musnah
Bagian 15, Fail to Plans Means Plan to Fail
Bagian 16, Kenali Profil Diri dan Potensi Tim
Bagian 17, Pentingnya Membangun Semangat Tim
Bagian 18, Strategi Menjual Di Saat Krisis
Bagian 19, Memimpin dengan Efektif
Buku ini sudah terbit dan dapat anda dapatkan di Toko Buku Gramedia Terdekat di kota anda.
Salam,
Paulus S. Firmanto
Sabtu, 03 September 2011
4 Concern Utama dalam Melayani Pelanggan
Berikut ini, setidaknya ada empat yang menjadi concern utama dalam sebuah pelayanan:
Quality
Kualitas adalah faktor utama yang pertama kali dicari oleh seorang pelanggan dalam menilai produk/jasa. Oleh karena itu, kualitas mutlak harus menjadi concern yang utama dalam memberikan pelayanan bagi pelanggan. Kualitas yang tinggi akan mengikat kepercayaan pelanggan kepada produk/jasa kita, dan sebaliknya pada produk/jasa yang berkualitas buruk.
Kualitas yang pertama dirasakan dalam berinteraksi dengan sebuah produk adalah kualitas Layanan, itu sebabnya proses pelayanan kepada pelanggan seringkali menjadi bagian yang paling memberikan kesan terpenting di dalam benak pelanggan.
Speed
Setiap orang pada dasarnya tidak suka menunggu, sehingga speed atau kecepatan pelayanan menjadi faktor yang penting. Implikasinya, maka Anda harus mengupayakan hal-hal yang dapat memperpendek waktu tunggu yang dialami pelanggan, sehingga mereka bisa dapat melalui proses pelayanan dengan cepat, dan mendapatkan hasil.
Misalnya, dalam ritel, yang selalu diupayakan adalah memperpendek waktu antri konsumen. Upaya yang dilakukan antara lain dengan menambah counter kasir, dan membuat line antri cepat untuk konsumen yang belanjaannya sedikit. Kemudian, yang terpenting juga training personil supaya dapat memberikan pelayanan yang cepat kepada pelanggan, dan yakinkan mereka bahwa kecepatan ini terkait langsung dengan kepuasan pelanggan.
Easy Process
Kemudahan pelayanan selanjutnya menjadi concern yang penting di mata konsumen. Konsumen tidak menyukai proses yang berbelit-belit dalam mengakses pelayanan. Implikasinya, manfaatkan secara optimal berbagai media untuk memberikan proses pelayanan yang mudah bagi konsumen. Misalnya, menyediakan live chat dengan support atau customer service, layanan ticket support atau melalui email, hotline service lewat telepon, serta kemudahan akses bagi konsumen yang ingin berinteraksi langsung.
Selain itu, buat proses pelayanan Anda sesederhana mungkin, sehingga konsumen tidak merasa repot dan sulit. Misalnya, ketika berbelanja online, konsumen tidak perlu memberikan informasi ini itu yang berlebihan, cukup seperlunya saja untuk bertransaksi.
Personal Attention
Personal attention menjadi faktor yang sangat penting dalam pelayanan, karena ini mempengaruhi faktor emosional dari pelanggan, yang selanjutnya dapat mempengaruhi loyalitas mereka. Rancang berbagai personal attention yang dapat Anda berikan kepada konsumen selama memperoleh pelayanan dari Anda. Semakin bersifat personal atau customized suatu pelayanan, maka akan semakin memberi ikatan emosional kepada pelanggan, dan tentunya ini bagus bagi produk/jasa Anda.
Misalnya, pelayanan restoran yang selalu menanyakan apakah pesanan pelanggan semuanya sudah lengkap atau belum, petugas hotel yang membantu tamu dalam memilih channel televisi yang disukainya, hingga pelanggan yang tiba-tiba memperoleh tiket nonton klub sepakbola kesukaannya dari sebuah gerai langganannya.
Customer Service
Jumat, 05 Juni 2009
Jangan pernah mencela pesaing anda.
Pada saat kita bertemu dengan calon konsumen, seringkali kita dihadapkan pada situasi dimana nama pesaing kita muncul dalam percakapan.
Hal yang harus dilakukan oleh seorang salesman professional adalah, Jangan pernah mencela Pesaing anda, lakukanlah sebaliknya.
Jika calon konsumen tersebut bertanya ":apa pendapat anda tentang merk XYZ?" Selalu jawablah dengan positif.
Anda dapat berkata:" Bapak/Ibu, merk XYZ adalah merk yang sudah ternama dan memiliki produk line up yang baik, walaupun begitu, kami percaya bahwa produk kami lebih unggul dibandingkan produk merk XYZ dalam 3 hal. Mari saya tunjukkan kepada anda.
Pada saat ini kita sebagai seorang salesman professional bisa menjual nilai dan manfaat produk dan layanan yang telah dimiliki, tanpa berbicara negatif mengenai pesaing kita.
Jangan pernah menjelekkan produk atau berbicara negatif mengenai pesaing kita, dengan begitu konsumen akan selalu memandang kita lebih positif.
Alasan lain adalah, mungkin saja calon konsumen tersebut pernah memiliki produk dari pesaing kita tersebut, sehingga berbicara negatif secara langsung akan berarti kita menyalahkan keputusan konsumen dalam melakukan pemilihan produk sebelumnya.
Ingat, Jangan pernah menjelekkan Pesaing Anda..!!













