This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Salesmanship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Salesmanship. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 April 2015

Menjadi Salesman, Think Again?


Joko muda memang tidak pernah bermimpi atau bahkan bercita-cita untuk menjadi seorang wiraniaga atau yang lebih dikenal dengan julukan salesman. Karena selama ini dogma yang tertanam di benak Joko mengenai figur sales sangat tidak menyenangkan, sales door to door, sales panci, pembual ulung, pemaksa kehendak, atau bahkan penipu. Namun, kesempatan untuk mengecap karir sesuai yang dimau seakan tidak berpihak pada Joko. Berkali-kali mengirim aplikasi lamaran kerja semuanya hanya berujung pada sesi wawancara tanpa sampai keputusan final yang membuat Joko mendapatkan pekerjaan. 

Rasa putus asa sudah pasti sempat singgah di hati Joko, tetapi setelah berdiskusi dengan  seorang kerabat bernama Om Toni yang memang telah lama berkecimpung di dunia sales, Joko seakan mendapatkan pencerahan. Hal ini lah yang mengantar kan Joko untuk mau tidak mau memberanikan diri mencoba peruntungan menjadi salesman, terlebih fakta di lapangan berkata bahwa mayoritas lowongan kerja yang tersedia di hampir semua perusahaan adalah bagian penjualan. 

Kata kunci dari awal perjalanan si Joko adalah “Mulailah segera dari apa yang kamu sudah miliki saat ini” 

Jangan tunggu apa yang belum atau tidak kamu miliki karena waktu akan terus berjalan dan setiap waktu kita sangat berharga bagi perjalanan sukses kita..

Sinopsis buku “19 RAHASIA Sukses”

Kisah Perjalanan Seorang Sales Menuju Puncak Karier


Buku ”19 RAHASIA Sukses” mencoba mengajak pembaca untuk mengenal lebih dekat dengan dunia sales, yakni diwakili oleh 19 bagian berisi perjalanan karir seorang pemuda bernama Joko yang memutuskan untuk menggeluti profesi salesman hingga mencapai puncak karir.

Bagian 1, Menjadi Salesman, Think Again?
Bagian 2, Here Iam Being a Salesman
Bagian 3, Aku Sangat Menikmati Pekerjaan Menjadi Salesman
Bagian 4, Biasa Menghadapi Penolakan
Bagian 5, Coba Lebih Dekat
Bagian 6, Keberatan Pelanggan? Ah, Itu Mah Biasa
Bagian 7, Pede Aja Lagi
Bagian 8, Presentasi Menentukan Prestasi
Bagian 9, Pentingnya Pameran Bagi Sales
Bagian 10, Dipercaya Menjadi Supervisor
Bagian 11, Mendengar dengan Hati
Bagian 12, Meningkatkan Kinerja Tim dengan Coaching
Bagian 13, Karir Cemerlang, Anyone?
Bagian 14, Berubah atau Musnah
Bagian 15, Fail to Plans Means Plan to Fail
Bagian 16, Kenali Profil Diri dan Potensi Tim
Bagian 17, Pentingnya Membangun Semangat Tim
Bagian 18, Strategi Menjual Di Saat Krisis
Bagian 19, Memimpin dengan Efektif

Buku ini sudah terbit dan dapat anda dapatkan di Toko Buku Gramedia Terdekat di kota anda.

Salam,
Paulus S. Firmanto

19 Rahasia Sukses



Salam Sukses..!!

Tidak dapat dipungkiri bila sebagian besar masyarakat akan merasa alergi atau bahkan menutup pintu mereka rapat-rapat saat mendengar kata ‘sales’. Fakta yang saya temui adalah, selama ini kata ‘sales’ seringkali memberi label berkonotasi negatif kepada mereka yang menjalani profesi ini. Dicap sebagai tukang bohong, pembual, pemaksa kehendak, atau bahkan penipu. Makanya tak heran kalau sales merupakan profesi yang dihindari oleh banyak orang.

Buku dikemas dengan gaya bahasa yang mudah dan juga banyak illustrasi, menggambarkan figur si Joko sebagai seseorang yang sedang berusaha mencari jati diri dan menyadari bahwa menjadi seorang sales adalah jalan yang terbaik untuk menggapai kesuksesan. Sampai pada satu titik akhirnya ia memantapkan diri untuk berkecimpung di dunia sales dan berhasil mengejar mimpinya meraih kesuksesan sebagai seorang manajer penjualan.

Saya sangat berharap cerita si Joko bisa menginspirasi banyak orang untuk berani terjun di bidang Sales atau penjualan sebagai langkah awal meraih kesuksesan dan memberi dukungan kepada mereka yang telah terjun di bidang Sales tetapi masih ragu untuk melanjutkan langkah mereka.

Buku ini sudah terbit dan dapat anda dapatkan di Toko Buku Gramedia Terdekat di kota anda.

Salam,
Paulus S. Firmanto

Sabtu, 03 September 2011

Customer Service

Pelayanan Pelanggan atau Customer service merupakan suatu kesatuan yang tidak bsia dipisahkan dari suatu bisnis Dan sebuah asset yang paling penting dari suatu perusahaan adalah pelanggannya.


Tanpa pelanggan maka suatu perusahaan tidak akan bisa eksis dalam suatu bisnis. Bila kita memuaskan pelanggan kita, maka mereka tidak hanya membantu kita tumbuh dengan terus melakukan bisnis dengan kita, tetapi merekomendasikan perusahaan kita kepada teman dan rekan mereka.

Sepuluh Perintah Bagi Customer Service

1. Know who is boss / kenali siapa yang bos.
Anda dalam usaha untuk melayani kebutuhan pelanggan, dan Anda hanya bisa melakukannya jika Anda tahu apa yang pelanggan Anda inginkan. Bila Anda benar-benar mendengarkan pelanggan Anda, mereka membiarkan Anda tahu apa yang mereka inginkan dan bagaimana Anda dapat memberikan pelayanan yang baik.. Jangan lupa bahwa pelanggan membayar gaji kami dan membuat pekerjaan Anda mungkin.

2. Be a good listener /Jadilah pendengar yang baik.
Luangkan waktu untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dengan mengajukan pertanyaan dan berkonsentrasi pada apa yang pelanggan benar-benar mengatakan. Dengarkan kata-kata mereka, nada suara, bahasa tubuh, dan yang paling penting, bagaimana mereka merasa. Hati-hati membuat asumsi - berpikir secara intuitif Anda tahu apa yang diinginkan oleh pelanggan. Apakah Anda tahu apa tiga hal yang paling penting bagi pelanggan Anda?

3. Mengidentifikasi dan mengantisipasi kebutuhan.
Pelanggan tidak membeli produk atau jasa.. Mereka membeli perasaan yang baik dan solusi untuk masalah. Kebanyakan kebutuhan emosional pelanggan tidak logis. Semakin Anda mengenal pelanggan Anda, baik Anda dalam mengantisipasi kebutuhan mereka. Berkomunikasi secara teratur agar Anda menyadari masalah atau kebutuhan yang akan datang.

4. Make customers feel important and appreciated / Buatlah pelanggan merasa penting dan dihargai.
Perlakukan sebagai individu. Selalu menggunakan nama mereka dan menemukan cara untuk memuji mereka, tetapi tulus.. Orang menghargai ketulusan. Hal ini menciptakan perasaan yang baik dan kepercayaan. Pikirkan tentang cara-cara untuk menghasilkan perasaan yang baik tentang melakukan bisnis dengan Anda. Pelanggan sangat sensitif dan tahu apakah Anda benar-benar peduli tentang mereka. Berterimakaihlah kepada mereka setiap kali Anda mendapatkan kesempatan. Bahasa tubuh Anda menunjukkan ketulusan Anda. Kata-kata dan tindakan Anda harus selaras

5. Help customers understand your systems / Bantu pelanggan memahami sistem Anda.
Organisasi yang terbaik di dunia dapat memiliki sistem untuk menyelesaikan sesuatu, tetapi jika pelanggan tidak memahami mereka, mereka bisa bingung, tidak sabar dan marah. Luangkan waktu untuk menjelaskan bagaimana sistem kerja Anda dan bagaimana mereka menyederhanakan transaksi. Berhati-hatilah bahwa sistem Anda tidak mengurangi unsur SDM dalam organisasi Anda.

6. Appreciate the power of "Yes / Menghargai kekuatan "Ya".
Selalu mencari cara untuk membantu pelanggan Anda. Ketika mereka memiliki permintaan (asalkan masuk akal) memberitahu mereka bahwa Anda bisa melakukannya.. Mengetahui bagaimana sesudahnya. Carilah cara untuk mereka dalam melakukan bisnis dengan Anda itu mudah. Selalu melakukan apa yang Anda katakan akan Anda lakukan.

7. Know how to apologize / Tahu bagaimana untuk meminta maaf.
Ketika ada sesuatu yang salah mintalah maaf Mungkin pelanggan tidak selalu benar, tetapi pelanggan harus selalu menang Hadapi masalah segera dan biarkan pelanggan tahu apa yang telah Anda lakukan. Buatlah sederhana bagi pelanggan untuk menyampaikan keluhan mereka. Hargai keluhan mereka. Sebanyak yang dikeluhkan dan kita tidak menyukainya, hal tersebut memberikan kita kesempatan untuk semakin memperbaiki kinerja perusahaan kita. Bahkan jika pelanggan mengalami sesuatu yang buruk, adalah tugas kita untuk bagaimana membuat mereka merasa nyaman.

8. Give more than expected/Memberi lebih dari yang diharapkan.
Masa depan semua perusahaan terletak dalam bagaimana cara mempertahankan pelanggan supaya senang, dan memikirkan cara untuk meningkatkan perusahaan di atas kompetitor.

Pertimbangkan hal berikut:
-Apa yang dapat Anda berikan kepada pelanggan yang mereka tidak bisa dapatkan di tempat lain?
-Apa yang dapat Anda lakukan untuk tindak lanjut dan terima kasih kepada customer bahkan ketika mereka tidak membeli ?

9. Get regular feedback/Dapatkan umpan balik regular.
Mendorong menerima saran-saran tentang bagaimana Anda dapat meningkatkan perusahaan Anda.. Ada beberapa cara di mana Anda dapat mengetahui apa yang pelanggan pikirkan dan rasakan tentang layanan Anda.
-Dengarkan dengan cermat apa yang mereka katakan.
-Periksa kembali secara teratur untuk melihat bagaimana hal tersebut terjadi.
-Menyediakan metode yang mengundang kritik konstruktif, komentar dan saran.

10. Treat employees well / Perlakukan karyawan dengan baik.
Karyawan adalah pelanggan internal Anda dan memerlukan dosis penghargaan secara teratur. Berterimakasihlah kepada mereka dan temukan cara untuk membiarkan mereka tahu betapa pentingnya mereka. Perlakukan karyawan Anda dengan hormat dan mereka akan melakukan hal yang lebih lagi bagi pelanggan. Apresiasi berasal dari atas. Memperlakukan pelanggan dan karyawan adalah sama pentingnya.

Jumat, 24 Juni 2011

Preparation atau Persiapan.



Kali ini saya mau membahas tentang pentingnya preparation bagi sales team. Kata ini sangat sering kita dengar dlm kegiatan kita sehari-hari, apalagi bila kita mau menyambut sesuatu yang penting dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh sederhana adalah, bila kita mau menemui seorang tamu penting, biasanya contoh persiapan yang kita akan lakukan adalah mencari informasi sebanyak mungkin, tentang apa yang disukai oleh orang tersebut, maupun informasi lain yang bisa membuat kita mengerti betul apa yang harus kita lakukan untuk menjamu dan membuat tamu tersebut senang dengan sambutan kita dan mau kembali lagi berkunjung kembali.

Bagi seorang sales team, tentunya tamu yang sangat diharapkan berkunjung maupun yang mau kita layani adalah calon pelanggan atau pelanggan kita. Tetapi sayang sekali, masih banyak sekali rekan-rekan sales team yang lupa untuk melakukan persiapan tersebut. Atau lebih ekstrim lagi bahkan lupa menganggap calon pelanggan ataupun pelanggan bukanlah seorang tamu penting yang kita tunggu-tunggu dan harus kita layani sebaik mungkin.

Mudah-mudah cerita singkat ini dapat memberikan inspirasi bagi rekan-rekan sales team yang ingin mencapai posisi puncak dalam karir mereka.

Singkatnya, kenalilah calon pelanggan atau pelanggan anda, lakukan persiapan terbaik sebelum berkomunikasi dengan mereka untuk menciptakan kesan terbaik sehingga mereka akan terus-menerus mencari anda, dan bahkan mereferensikan layanan anda ini kepada orang di sekitar mereka.


Selamat mencoba dan semoga sukses..!!

Selasa, 21 Juni 2011

"Know what you must to do and then do what you already know.."


"Know what you must to do and then do what you already know.."

Kata-kata diatas terlihat sederhana tapi memiliki arti yang sangat luas. Saya sering sekali berinteraksi dengan banyak orang-orang yang memiliki pemikiran yang sangat hebat. Bahkan tidak jarang saya sampe melongo dan terkagum-kagum mendengarkan pengetahuan yang dipaparkan kepada saya.

Tetapi disisi lain, saya juga memperhatikan, kenapa orang-orang yang hebat ini sampai saat ini masih berada dalam kondisi mereka saat ini. Kenapa mereka tidak menjadi orang yang sukses, karena mereka sudah memiliki teori dan pengetahuan sukses yang begitu luar biasa.

Jawabannya adalah, ternyata mereka tidak melakukan apa yang mereka ketahui. Atau kasarnya sering disebut dengan "Omdo" atau Omong Doang.

Kunci suatu keberhasilan adalah melakukan segala hal yang kecil dengan penuh ketekunan, konsisten sehingga dapat dicapai keberhasilan besar.

Jadi untuk kita semua yang sudah punya teori untuk mencapai kesuksesan, agar sukses tersebut benar-benar bisa terwujud, kita harus melakukan tindakan.

Tepat, seperti yang ada di slogan iklan sebuah produk sepatu ternama, yaitu: " Just do it..!"

Selamat mencapai kesuksesan..!!

Minggu, 19 Juni 2011

5 kriteria Kesuksesan

Ada 5 hal penting dalam kesuksesan kita. Material, fisik, intelektual, emosional dan spiritual.

Yang pertama adalah material. Material ini adalah memiliki uang banyak, mempunyai mobil, mempunyai perusahaan yang besar. Pokoknya segala hal yang bersifat duniawi yang disebut sebagai material.

Berikutnya yang kedua adalah fisik atau 'physical'. Ingin memiliki tubuh selalu sehat. Mempunyai tubuh yang sempurna. Dapat berumur panjang.
"Dengan sehat saya bisa bekerja dengan baik," kata mereka.
Jadi tubuh yang sehat, Kesehatan, ternyata adalah kesuksesan yang pertama.

Lalu intelektual sebagai yang kesuksesan yang ketiga. Intelektual adalah kemampuan otak kita. Kita bisa lulus S2, S3. Bisa jadi dosen, memiliki ilmu dan mengerti segala hal. Kemampuan otak kita yang luar biasa, 'intellectual capital'. "Saya tidak perlu uang banyak, tapi saya harus pandai, Pak," kata seseorang, "Saya ingin lulus S3, bisa jadi guru besar dan lain-lain." Ini yang disebut sebagai kesuksesan ke-3, intelektual.

Yang keempat adalah emosional. "Saya ingin hubungan saya dengan istri dan anak-anak harmonis. Hubungan saya dengan teman juga baik. Semua orang menyukai saya. Dan saya bisa memberikan kontribusi dalam keluarga saya," begitu kata orang. Ini emosional. Jadi sukses emosional adalah bentuk kesuksesan yang ke-4.

Yang terakhir, kelima adalah spiritual. Banyak orang merasa dekat dengan Tuhan sebagai hal yang utama. Katanya, "Saya bisa merasakan kedamaian dalam hati kita." Spiritual adalah salah satu bentuk sukses.

Jadi Anda bisa memilih yang mana. Juga keseimbangan apa yang anda pilih. Mana yang lebih diutamakan, mana yang tidak diutamakan, mana yang didahulukan, mana yang belakangan.

Andalah nanti yang akan menentukan menuju ke arah mana kesuksesan yang akan dikejar.

Tidak ada yang benar atau yang salah. Semua orang punya pilihan. Andalah yang memilih kesuksesan dalam kehidupan anda.

Ada 5 area yang bisa anda pilih.

Silakan anda pilih dan capai kesuksesan yang menurut anda terbaik..
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kamis, 11 Juni 2009

Pentingnya Prospek bagi seorang Salesman.

Kata prospek, sering kita dengar, terutama bagi kita berkecimpung di bidang penjualan.
Dan memang faktanya, tidak peduli betapapun hebatnya ketrampilan anda dalam menjual, dalam mengatasi penolakan, kemampuan presentasi dan lain sebagainya, hal tersebut tidak akan berarti apa-apa apabila kita tidak memiliki seorang prospek!
"Mencari prospek adalah kunci terpenting untuk meraih kesuksesan dalam menjual!"
(Zig Ziglar).

Artinya, tanpa prospek, maka bisnis anda akan gagal.
Untuk itulah, maka sangatlah penting bagi seorang penjual professional untuk menguasai cara agar dapat secara terus menerus menghasilkan prospek. Hal ini akan sama seperti seseorang yang memiliki Pabrik sekaligus menguasai sumber bahan bakunya, sehingga bisa dipastikan pabrik tersebut dapat terus berproduksi tanpa harus khawatir kehabisan bahan baku.
Zig Ziglar mencoba mendefinisikan perbedaan antara Prospek dan Suspect, sebagai berikut:
Suspect adalah nama yang berkemungkinan menjadi Prospek, jadi masih berupa harapan.
Sedangkan Prospek adalah Suspect yang sudah kita ketahui memiliki kebutuhan untuk memiliki produk yang akan kita tawarkan, memilki kapasitas finasial untuk melaksanakan keputusan tersebut.

Jadi, dalam usaha kita melakukan pendekatan dengan calon konsumen, saya sarankan seorang penjualn professional harus melakukan pendeteksian dan menentukan apakah calon konsumen tersebut masuk dalam kategori ‘Suspect’ atau ‘Prospect’, sehingga kitapun dapat melakukan alokasi waktu yang effektif dan effisien bagi mereka.

Selamat mencoba…!!

Jumat, 05 Juni 2009

Jangan pernah mencela pesaing anda.

Jangan pernah mencela pesaing anda.

Pada saat kita bertemu dengan calon konsumen, seringkali kita dihadapkan pada situasi dimana nama pesaing kita muncul dalam percakapan.
Hal yang harus dilakukan oleh seorang salesman professional adalah, Jangan pernah mencela Pesaing anda, lakukanlah sebaliknya.
Jika calon konsumen tersebut bertanya ":apa pendapat anda tentang merk XYZ?" Selalu jawablah dengan positif.
Anda dapat berkata:" Bapak/Ibu, merk XYZ adalah merk yang sudah ternama dan memiliki produk line up yang baik, walaupun begitu, kami percaya bahwa produk kami lebih unggul dibandingkan produk merk XYZ dalam 3 hal. Mari saya tunjukkan kepada anda.
Pada saat ini kita sebagai seorang salesman professional bisa menjual nilai dan manfaat produk dan layanan yang telah dimiliki, tanpa berbicara negatif mengenai pesaing kita.
Jangan pernah menjelekkan produk atau berbicara negatif mengenai pesaing kita, dengan begitu konsumen akan selalu memandang kita lebih positif.
Alasan lain adalah, mungkin saja calon konsumen tersebut pernah memiliki produk dari pesaing kita tersebut, sehingga berbicara negatif secara langsung akan berarti kita menyalahkan keputusan konsumen dalam melakukan pemilihan produk sebelumnya.

Ingat, Jangan pernah menjelekkan Pesaing Anda..!!

Sabtu, 16 Mei 2009

Beberapa Kesalahan Umum yang sering dilakukan oleh seorang Salesman

Dalam teknik menjual banyak penjual melakukan kesalahan-kesalahan mendasar, tanpa disadarinya. Padahal kalau sedikit berusaha untuk belajar, kesalahan-kesalahan tersebut tidak mungkin terjadi, sehingga target penjualan dapat tercapai.

Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh penjual.
1. Penjual tidak melakukan proses perkenalan yang cukup terhadap calon prospek.
Proses awal dari suatu kegiatan menjual, haruslah diawali dengan proses membina hubungan dengan calon kosumen tersebut, sehingga akhirnya kita menawarkan sesuatu yang belum tentu menjadi kebutuhan bagi orang tersebut. Hal yang sebaiknya dilakukan pada saat kontak pertama dengan calon kunsumen adalah melakukan proses perkenalan dan penjajakan minat terlebih dahulu, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan kepada kita.
2. Tidak melakukan Kunjungan Follow up terhadap Konsumen yang telah membeli.
Bertemu calon prospek bukan hanya untuk menawarkan Produk. Konsumen yang puas terhadap pelayanan kita adalah sumber referensi yang terbaik. Sehingga berkunjung terhadap konsumen yang telah membeli, bukan berarti hendak menawarkan tetapi juga untuk memancing referensi dari mereka.
Referensi adalah prospek yang terbaik bagi seorang konsumen, karena kita bisa mendapatkan informasi yang lengkap tentang calon prospek sebelum kita menawarkan produk kita kepada mereka.
3. Penjual tidak memahami produknya.
Pengetahuan tentang produk sangat kurang sehingga tidak dapat menjelaskan dengan baik kepada pelanggan. Banyak pertanyaan tentang produk oleh pelanggan, bahkan pertanyaan sederhana sekalipun, tidak dapat dijawabnya dengan gamblang. Sehingga pelanggan sering ragu dan tidak yakin dengan produk tersebut.
4. Penjual tidak siap menemui pelanggan.
Persiapan yang dilakukan seperti: brosur, produk demo, testimoni, komputer, alat peraga, alat pendukung misal baterai untuk barang elektronik tidak disiapkan. Sehingga penjual kurang dapat meyakinkan pelanggan.
5. Anda terlalu banyak bicara.
Kurang mendengarkan apa yang sebenarnya diinginkan oleh pelanggan. Bila hal demikian terjadi, pelanggan sering menjadi tidak hormat atau perhatian terhadap penjual.
6. Penjual tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh pelanggan baik tersurat ataupun tersirat.
Kurang peka terhadap kebutuhan sebenarnya yang harusnya penjual penuhi. Misal keinginan untuk mendapat hadiah tambahan atau diskon khusus.
7. Penjual kurang peduli terhadap pelanggan.
Ini adalah sesuatu yang penting. Sayangnya yang sering terjadi penjual hanya peduli dengan dirinya sendiri, misal hanya ingin target penjualan tercapai. Setelah produk terjual, penjual tidak peduli lagi dengan pelanggan. Apakah dia puas atau bilamana produknya rusak tidak mau membantu. Apabilan penjualan peduli pelanggan, maka dia akan selalu melakukan langkah seperti yang disampaikan pada point 2.
8. Penjual tidak jujur dan tulus kepada pelanggan.
Ini sesuatu yang serius, terlebih setelah menipu, penjual tidak merasa bersalah. Hasil seperti ini biasanya tidak panjang, karena kemudian pelangan tidak percaya lagi dengan penjual, meski penjual menjadi jujur sekalipun.
9. Pelanggan sebenarnya tidak siap membeli produk penjual.
Banyak sebab, diantaranya mungkin terlalu mahal, atau malah terlalu murah, mungkin belum waktunya dibutuhkan, mungkin produknya tidak cocok, mungkin ada pilihan lain yang lebih cocok untuk pembeli dan sebagainya.

Jadi ada kesalahan-kesalahan umum dan mendasar yang dilakukan oleh penjual. Bilamana dihindari kemungkinan besar tingkat penjualan menjadi meningkat. Bukan berarti kita pasti sukses menjual bila ingat dan dapat mengatasi hal-hal diatas, tapi setidaknya meningkatkan kemungkinan sukses kita dalam menjual.

Semoga Sukses..!!

Back to Basic Action

Back to Basic adalah langkah yang harus dilakukan untuk bertahan melalui masa krisis, maka untuk melakukan tindakan Back to Basic, seorang pimpinan dealer harus melakukan hal-hal sebagai berikut:
  • Memperbaiki fungsi team anda sesuai tugas dan posisinya
  • Memberikan Tugas yang jelas dan tepat sesuai dengan fungsinya
  • Melakukan evaluasi untuk apa yang sudah anda lakukan selama ini
  • Sumber Daya anda terbatas, Pilihlah aktivitas apa yang paling baik yang telah anda lakukan selama ini
  • Melipatkan Jumlah aktivitas yang baik dan tingkatkan kecepatan dalam melaksanakannya
  • Mulai melihat apa yang belum pernah anda lakukan, berani Investasi untuk mencoba hal-hal yang baru (INNOVASI)
  • Perketat sistem reporting anda untuk mempermudah melakukan evaluasi à dokumentasi kesuksesan
  • Lakukan coaching secara lebih intensif-pengalaman dan leadership anda sangat dibutuhkan


Untuk dapat melakukan hal tersebut diatas, maka sikap owner menghadapi krisis ini haruslah :
  1. Harus ada KEMAUAN untuk BERUBAH, TEGAS dalam mengambil KEPUTUSAN, KOMITMEN pada TINDAKAN, dan bersikap POSITIF
  2. Fundamental Bisnis Harus diperbaiki (Cost Rendah, Operasional Baik, SDM Tangguh)
  3. Jeli Melihat Peluang Baru Selalu ada kesempatan dalam sebuah krisis
  4. INNOVASI, Pengaturan Strategi yang Innovatif.

Hanya orang Gila saja, yang melakukan hal yang sama terus menerus, tetapi mengharapkan hasil yang berbeda
-- Albert Einstein