This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Manajemen Waktu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Waktu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 April 2015

Menjadi Salesman, Think Again?


Joko muda memang tidak pernah bermimpi atau bahkan bercita-cita untuk menjadi seorang wiraniaga atau yang lebih dikenal dengan julukan salesman. Karena selama ini dogma yang tertanam di benak Joko mengenai figur sales sangat tidak menyenangkan, sales door to door, sales panci, pembual ulung, pemaksa kehendak, atau bahkan penipu. Namun, kesempatan untuk mengecap karir sesuai yang dimau seakan tidak berpihak pada Joko. Berkali-kali mengirim aplikasi lamaran kerja semuanya hanya berujung pada sesi wawancara tanpa sampai keputusan final yang membuat Joko mendapatkan pekerjaan. 

Rasa putus asa sudah pasti sempat singgah di hati Joko, tetapi setelah berdiskusi dengan  seorang kerabat bernama Om Toni yang memang telah lama berkecimpung di dunia sales, Joko seakan mendapatkan pencerahan. Hal ini lah yang mengantar kan Joko untuk mau tidak mau memberanikan diri mencoba peruntungan menjadi salesman, terlebih fakta di lapangan berkata bahwa mayoritas lowongan kerja yang tersedia di hampir semua perusahaan adalah bagian penjualan. 

Kata kunci dari awal perjalanan si Joko adalah “Mulailah segera dari apa yang kamu sudah miliki saat ini” 

Jangan tunggu apa yang belum atau tidak kamu miliki karena waktu akan terus berjalan dan setiap waktu kita sangat berharga bagi perjalanan sukses kita..

Sinopsis buku “19 RAHASIA Sukses”

Kisah Perjalanan Seorang Sales Menuju Puncak Karier


Buku ”19 RAHASIA Sukses” mencoba mengajak pembaca untuk mengenal lebih dekat dengan dunia sales, yakni diwakili oleh 19 bagian berisi perjalanan karir seorang pemuda bernama Joko yang memutuskan untuk menggeluti profesi salesman hingga mencapai puncak karir.

Bagian 1, Menjadi Salesman, Think Again?
Bagian 2, Here Iam Being a Salesman
Bagian 3, Aku Sangat Menikmati Pekerjaan Menjadi Salesman
Bagian 4, Biasa Menghadapi Penolakan
Bagian 5, Coba Lebih Dekat
Bagian 6, Keberatan Pelanggan? Ah, Itu Mah Biasa
Bagian 7, Pede Aja Lagi
Bagian 8, Presentasi Menentukan Prestasi
Bagian 9, Pentingnya Pameran Bagi Sales
Bagian 10, Dipercaya Menjadi Supervisor
Bagian 11, Mendengar dengan Hati
Bagian 12, Meningkatkan Kinerja Tim dengan Coaching
Bagian 13, Karir Cemerlang, Anyone?
Bagian 14, Berubah atau Musnah
Bagian 15, Fail to Plans Means Plan to Fail
Bagian 16, Kenali Profil Diri dan Potensi Tim
Bagian 17, Pentingnya Membangun Semangat Tim
Bagian 18, Strategi Menjual Di Saat Krisis
Bagian 19, Memimpin dengan Efektif

Buku ini sudah terbit dan dapat anda dapatkan di Toko Buku Gramedia Terdekat di kota anda.

Salam,
Paulus S. Firmanto

Senin, 11 Juli 2011

Right Target and Right Plan



"Aduh, pencapaian target saya sampai dengan hari ini msh di belakang target.."

Itu adalah kata-kata yang sering sekali kita dengar setiap bulan berkaitan dengan pencapaian target.
Problem utama yang sering terjadi adalah Kita tidak memiliki Perencanaan yang baik untuk mencapai target tersebut.

Banyak dari kita yang hanya membuat angka target saja tanpa membuat breakdown rencana pencapaian per dealer, per model, per aktivitas sehingga pada saat kita melakukan pengukuran atas pencapaian kita, kita tidak dapat dengaan mudah menemukan dimana perbaikan harus dilakukan.

Membuat perencanaan sebetulnya tidaklah susah, tetapi memerlukan ketekunan dan ketelitian, serta sangat membutuhkan penguasaan kita akan bidang atau wilayah kerja yang sedang kita kerjakan.

Membuat perencanaan bisa diibaratkan seperti saat kita membuat sebuah rencana perjalanan menuju ke suatu kota. Yang kita butuhkan adalah peta, target waktu tiba di tempat tujuan, dan kendaraan apa yang akan kita pakai. Dari beberapaa hal tsb, maka kita bisa merencanakan waktu yang hrs tempuh, kecepatan, rute terbaik yang akan kita tempuh, berapa biaya yang mungkin dibutuhkan yang diperlukan, dll..

Setelah kita memulai perjalanan, tentunya kita harus selalu melakukan evaluasi, apakah waktu tempuh kita sudah sesuai dengan rencana, disitulah biasanya kita menyesuaikan kecepatan kita, kalo msh dibawah rencana maka kecepatan perjalanan hrs kita tingkatkan agar tetap bisa sampai tepat waktu.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk membuat perencanaan yang detail agar memudahkan evaluasi dan pengukuran.

"Fail to plan means plan to fail", jika anda gagal membuat rencana, berarti anda sedang berencana untuk gagal.

Sukses untuk anda..!!